Another Noah

Saturday, September 13, 2008

Kisah mengenai Nabi Nuh diceritakan bukan hanya dalam Al Qur'an, tetapi juga dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan ternyata, di beberapa daerah juga terdapat legenda dan mitos yang isi ceritanya lebih kurang sama dengan kisah Nabi Nuh. Tapi, kita sama-sama tau kan, versi mana yang harus kita yakini...

Kebudayaan Sumeria
Dewa yang bernama Enlil memberi tahu orang-orang bahwa dewa-dewa yang lain ingin menghancurkan umat manusia, namun ia berkenan untuk meyelamatkan mereka. Pahlawan dalam kisah ini adalah Ziusudra, raja yang taat dari negeri Sippur. Dewa Enlil memberi tahu Ziusudra apa yang harus dilakukan agar selamat dari Banjir.

Catatan Sumeria-Babilonia
Xisuthros atau Khasisatra diselamatkan dari banjir oleh sebuah kapal yang panjangnya 925 meter, bersama keluarganya, teman-temannya, dan berbagai jenis burung dan binatang. Disebutkan bahwa “air meluap hingga ke langit, lautan menutupi pantai, dan sungai meluap dari tepiannya”. Dan kapal itu pun akhirnya terdampar di gunung Corydaean.

Catatan Asiria-Babilonia
Ubar Tutu atau Khasisatra diselamatkan bersama keluarga, pembantu, ternaknya, dan binatang-binatang liar dalam sebuah kapal yang panjangnya 600 kubit, tinggi dan lebarnya 60 kubit. Banjir tersebut berlangsung selama 6 hari dan 6 malam. Ketika kapal tersebut mencapai gunung Nizar, merpati yang dilepaskan kembali, sedangkan burung gagak tidak kembali.

Catatan Sumeria, Asiria dan Babylonia
Ut-Napishtim beserta keluarganya selamat dari banjir yang terjadi selama 6 hari dan 6 malam. Dikatakan “Pada hari ketujuh Ut-napishtim melihat keluar. Semuanya sangat sepi. Manusia sekali lagi menjadi lumpur.” Ketika kapal terdampar di gunung Nizar, Ut-napishtim mengirim masing-masing seekor burung merpati, burung gagak dan burung pipit. Burung gagak tinggal memakan bangkai, sedangkan dua burung yang lain tidak kembali.

Kebudayaan India
Dalam epik Shatapatha Brahmana dan Maha-bharata dari India, seseorang bernama Manu diselamatkan dari banjir bersama Rishiz. Menurut legenda, seekor ikan yang ditangkap oleh Manu dan dilepaskannya, tiba-tiba berubah menjadi besar dan menyuruhnya untuk membuat sebuah perahu dan mengikatkan ke tanduknya. Ikan ini dianggap penjelmaan dari dewa Wishnu. Ikan tersebut menarik kapal mengarungi ombak yang besar dan membawanya ke utara, ke gunung Hismavat.

Kebudayaan Wales
Menurut legenda Wales, Dwynwen dan Dwyfach selamat dari bencana besar dengan sebuah kapal. Ketika bah yang amat mengerikan yang terjadi akibat meluapnya Llynllion yang dinamai Danau Gelombang surut, mereka berdua memulai kembali kehidupan di daratan Inggris.

Kebudayaan Skandinavia
Legenda Nordic Edda mengisahkan tentang Bergalmir dan istrinya yang selamat dari banjir dengan sebuah kapal besar.

Kebudayaan Lithuania
Dalam legenda Lithuania, diceritakan bahwa beberapa pasang manusia dan binatang diselamatkan dengan berlindung di puncak sebuah gunung yang tinggi. Ketika angin dan banjir yang berlangsung selama dua belas hari dan dua belas malam tersebut mulai mencapai ketinggian gunung yang hampir menenggelamkan mereka yang ada di sana, Sang Pencipta melemparkan sebuah kulit kacang raksasa kepada mereka. Mereka yang ada di gunung tersebut selamat dari bencana dengan berlayar bersama kulit kacang raksasa ini.

Kebudayaan Cina
Sumber-sumber bangsa Cina mengisahkan tentang seseorang yang bernama Yao bersama tujuh orang lain, atau Fa Li bersama istri dan anak-anaknya, selamat dari bencana banjir dan gempa bumi dalam sebuah perahu layar. Dikatakan bahwa “seluruh dunia hancur. Air menyembur dan menenggelamkan semua tempat”. Akhirnya, air pun surut.

Mitologi Yunani
Dewa Zeus memutuskan untuk memusnahkan manusia yang menjadi semakin sesat, dengan sebuah banjir. Hanya Deucalion dan istrinya Pyrrha yang selamat dari banjir, karena ayah Deucalion sebelumnya telah menyarankan anaknya untuk membuat sebuah kapal. Pasangan ini mendarat di gunung Parnassis sem-bilan hari setelah menaiki kapal.

Kebudayaan Indonesia
Tidak jelas apakah Tuhan sedang menguji atau menurunkan azab kepada penduduk di negeri ini, atau karena kecerobohon dan kerakusan penduduk negeri tersebut, sehingga banjir besar terjadi hampir tiap tahunnya. Menurut legenda, pahlawan dalam kejadian ini adalah Tim SAR, dengan perahu karet menyelamatkan penduduk yang rumahnya telah tenggelam oleh banjir. Namun tidak ada binatang-binatang yang berpasangan diangkut dalam perahu tersebut.

Sumber gambar: main comot aj dari bojonegoro.info

Homesick

Thursday, September 11, 2008

5 tahun di Bandung, hampir ga pernah rindu dengan kampung halaman.

0,5 tahun di Tanjungpinang, hampir selalu rindu dengan kampung halaman.

Bandung, Tanjungpinang... dua kota yang memberikan pengalaman bertolak belakang.

But I know, i'll love Tanjungpinang, soon.

Huh, lewat jam 12 malam, ntar lagi sahur.

Masih ngantor, dengan 3 orang aneh.

Yuk ah, kerja lagi!

*) By the way, thanks GOD, for saving my life, always

Capung

Saturday, September 6, 2008

Waktu ku kecil diriku seringkali melihat dan menangkap capung. Enaknya nangkap capung karena ga perlu pake surat penangkapan dan ga perlu bukti-bukti. Ga kayak polisi nangkap maling (eh, emang kalo polisi nangkap maling pake surat2 dan bukti2 ya? kayaknya ga juga yaa). Lagian capung kan bukan maling dan aku bukan polisi (huehehe...), jadi bebas-bebas aja diriku ini menangkap capung. Tapi kenapa capung harus aku tangkap ya?? Padahal dia kan tidak bersalah. Ah, mari kita lewati saja paragraf mukadimah yang ga jelas ini.

Ini dia si capung, mirip mask rider ya?

Capung dapat mendadak berhenti dan mulai terbang kembali dengan arah berlawanan. Capung dapat tetap diam di udara. Ia dapat mempercepat gerakannya hingga kecepatan yang sangat mengejutkan untuk seekor serangga: 25 mil per jam (40 kilometer/jam), yang dapat disejajarkan dengan seorang atlet lari 100 meter di Olimpiade dengan kecepatan 24,4 mil per jam (39 kilometer/jam).

Penglihatan capung sama mengesankannya dengan kemampuannya menunjukkan manuver mendadak pada kecepatan tinggi. Mata capung diakui sebagai contoh terbaik diantara semua serangga. Capung memiliki sepasang mata, tiap matanya memiliki sekitar 30 ribu lensa berbeda. Dua mata nyaris bulat, masing-masing hampir separuh ukuran kepalanya, memberi serangga ini wilayah pandang yang sangat luas. Karena mata-mata ini, capung hampir selalu dapat mengetahui keadaan di belakangnya.


Tapi...bukannya capung merupakan personil salah satu band di Indonesia?
Capung juga suka nyiptain lagu lho..
Kalo dia terlibat korupsi dia bisa kena tangkap sama KPK.
Aku ga mau nangkap capung ah..
Karena aku bukan KPK, dan capung ga ada kabarnya.
Yaaa...mulai ga jelas lagi nih.


Sumber gambar: cssplay.co.uk, tanpa izin tentunya.

Dibalik Saran Hitlerrrr

Sunday, August 10, 2008

Melihat iklan film x-files di TV membuat pikiran saya yang tidak punya sayap ini melayang ke ke awang-awang, membayangkan berbagai misteri alam, salah satunya bumi dan pembentukannya. Memang, sekitar satu tahun yang lalu, blog ini pernah menulis sekelumit teori evolusi Darwin. Teori tersebut pada intinya menjelaskan mulai dari bagaimana bumi terbentuk, hingga terjadinya perkembangan individu dan peradaban manusia.

Berdasarkan teori Darwin, kehidupan di bumi ini berasal dari air. Terkait dengan hal tersebut, terdapat sebuah legenda Enuma-Elish yang berasal dari zaman Sumeria yang menceritakan bagaimana makhluk di bumi terbentuk. Begini ceritanya...

Suatu ketika pernah terjadi banjir besar di suatu tempat, dan dari banjir ini tiba-tiba muncul tuhan-tuhan yang disebut Lahmu dan Lahamu. Menurut takhyul yang ada waktu itu, para tuhan ini pertama-tama menciptakan diri mereka sendiri. Setelah itu mereka melingkupi keseluruhan alam semesta dan kemudian membentuk seluruh materi lain dan makhluk hidup. Dengan kata lain, menurut mitos bangsa Sumeria, kehidupan terbentuk secara tiba-tiba dari benda tak hidup, yakni dari kekacauan dalam air, yang kemudian berevolusi dan berkembang.

Kita dapat memahami betapa mitos ini berkaitan erat dengan pernyataan teori evolusi: “makhluk hidup berkembang dan berevolusi dari benda tak hidup.” Dari sini kita dapat memahami bahwa gagasan evolusi bukanlah diawali oleh Darwin, tetapi berasal dari bangsa Sumeria. Ato jangan-jangan si Darwin ini berasal dari bangsa Sumeria. Who knows??

Oke lah, itu cerita tentang awal pembentukan makhluk hidup berdasarkan versi ga jelas. Karena kita semua sudah tau bahwasanya awal terbentuknya bumi dan makhluk hidup itu karena diciptakan oleh Allah.

Jika kita telusuri lebih lanjut, salah satu pesan yang terkandung dari teori evolusi adalah “perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh perjuangan untuk mempertahankan hidup di alam. Perseteruan ini dimenangkan oleh yang terkuat. Yang lemah akan kalah dan punah.” Ya, ini yang namanya seleksi alam. Dan “perjuangan untuk mempertahankan hidup” juga terjadi antar ras-ras manusia. “Ras-ras pilihan” akan muncul sebagai pemenang dalam pertarungan ini.

Seleksi alam ini kemudian diinterpretasikan ke dalam Teori Eugenika di pertengahan awal abad ke-20. Eugenika berarti membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta “memperbaiki” ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat. Sebagaimana hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat, maka berdasarkan teori ini ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama. Maka terjadilah pemusnahan ras dan suku bangsa tertentu yang dianggap menghambat kemajuan peradaban manusia. Niatnya sih mungkin baik, supaya bumi ini dihuni oleh manusia-manusia yang sehat dan beradab. Tapi caranya itu lho, sama sekali ga beradab. Dan ini namanya bukan seleksi alam, tapi seleksi buatan! Tapi hal ini lah yang ditempuh oleh bangsa-bangsa terdahulu (ga perlu disebutin suku bangsanya deh ya), dan (saya yakin) masih berlangsung secara terselubung hingga saat ini.

Selain dilatarbelakangi oleh Teori Darwin, Eugenika juga dikompori oleh Teori Populasi Malthus. Thomas Malthus (yang diperkenalkan oleh Pak Hastu kepada saya pada semester III) dalam An Essay on The Principle of Population, memperkirakan masa depan yang cukup suram bagi umat manusia. Menurut perhitungan Malthus, jika dibiarkan, populasi manusia akan meningkat dengan sangat cepat. Jumlahnya akan berlipat dua setiap 25 tahun. Namun, persediaan makanan tidak akan bertambah pada laju yang sama. Dalam keadaan ini, manusia menghadapi bahaya kelaparan yang tiada henti. Yang mampu menekan jumlah populasi ini adalah bencana, seperti perang, kelaparan, dan penyakit. Singkatnya, agar sebagian orang tetap bertahan hidup, maka sebagian yang lain perlu mati. Sebuah legalitas untuk melakukan peperangan dan penyebaran virus penyakitkah?

Bagaimana dengan penyebaran virus H5N1, AIDS, dan penyakit lainnya di Indonesia?

Jangan-jangan virus-virus tersebut adalah skenario bangsa asing yang menginginkan musnahnya bangsa Indodesia? Mungkinkah??


Sumber gambar: www.liceofoscarini.it

Saran Akang Hitlerrrr

Thursday, August 7, 2008

Pada suatu ketika, seorang sosiolog yang juga anggota dewan, sedang berpikir keras mengenai masalah yang dialami oleh bangsa Indonesia, hingga akhirnya dia tertidur diatas kursi empuk di gedung rakyat. Dalam tidurnya, dia bermimpi bertemu dengan Hitler yang sedang main angklung bersama Lenin, di sebuah gazebo, dekat prapatan Dago, Bandung. Dengan penuh keraguan, sosiolog ini perlahan mendekati Hitler, ingin mengadukan masalah yang dialami bangsanya.

Sosiolog : Punten Kang Tler...

Hitler : Iyah, ada apah? (sambil garuk-garuk kumis)

Sosiolog : Saya mau nanya sedikit, boleh? (sambil garuk-garuk kepala)

Hitler : Boleh atuh, sok ajah... mau nanya apaan?

Sosiolog : Begini, di negara saya tingkat pengangguran dan kemiskinan tinggi sekali.

Hitler : Hmm...truss?? (sambil garuk-garuk bulu hidung)

Sosiolog : Barangkali Kang Hitler tau solusi na supaya bisa jadi rendah gitu..

Hitler : Kalo menurut hemat saya mah, semua pengangguran dibunuh saja

Sosiolog : ...... (masih garuk-garuk kepala)

Hitler : Begitu juga dengan yang miskin. Dimusnahkan saja. Bukan begitu Len?

Lenin : Yoi coooy! (sambil garuk-garuk pantat)

Sosiolog : Tapi kan...itu bukan budaya timur (pergi sambil garuk-garuk ga jelas)



Pertanyaan Kuis:

Yang manakah yang bukan budaya timur yang dimaksud oleh Sosiolog?
A.
Garuk-garuk kumis
B. Garuk-garuk bulu hidung
C.
Pembunuhan para pengangguran dan orang miskin
D.
Garuk-garuk pantat

Jawaban ga usah dikirim ke blog ini, ga ditunggu!
Ga berhadiah! Sumpeh daaaah!