Jejak Tugas Akhir

Tuesday, March 4, 2008

Kisah mahasiswa rantau di kampus tercinta...

24 April 2005
Akhirnya mulai mikirin TA, hahaha... Mulai nyusun BAB1. Topik dari Tugas Akhir (selanjutnya disingkat TA) adalah studi dampak RUU FTZ (Free Trade Zone) di Batam, dengan mempelajari FTZ secara teoritis dan membandingkan skenario Batam dengan dan tanpa FTZ.

25 April 2005
Setelah semalaman ga tidur (bukan karena mikirin TA, tapi main CM!) maka diputuskan untuk merevisi BAB1. TA lebih dititikberatkan pada dampak FTZ bagi pengembangan Batam.
Mulai mempelajari studi-studi 'dampak' dengan cara membaca TA Ice (kajian kinerja jaringan jalan akibat pembangunan jalan lingkar di Cimahi), TA Yusuf Suharjo (dampak industri terhadap peningkatan kesejahteraan penduduk asli Cilegon), dan tesis Romunus Mbarata (dampak industri pengolahan kayu terhadap pengembangan wilayah di Merauke).

26 April 2005
Masih ke perpus, mempelajari variabel kinerja kawasan khusus dari TA Adiwan.

Mei 2005
Malas mikirin TA, secara kite mo ultah gitu lho, hahaha... <apaan sih??>

10 Juni 2005
Studi literatur dari TA Ranitawati, masih tentang 'dampak'.

13 Juni 2005
Setelah ditimbang-timbang pake timbangan cabe, akhirnya menetapkan variabel yang dijadikan indikator dampak, yakni penerimaan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan linkages antar sektor.

14 Juni 2005
Membuat gambaran skenario dampak FTZ terhadap indikator-indikator tadi. Dibutuhkan kemampuan mengkhayal yang sangat imajinatif dalam hal ini, hehehe.
Studi literatur dari TA Bambang Triantoro (studi keterkaitan perkembangan Singapura terhadap perkembangan wilayah Batam).

15 Juni 2005
Mempertajam tujuan TA (ga pake pisau!), menjadi kajian dampak perkembangan industri terhadap linkage, tenaga kerja, dan penerimaan daerah.

16 Juni 2005
Mantapin sasaran dan metodologi.
Review metodologi dari Alex Emyll (peranan industri besar dan sedang terhadap perluasan tenaga kerja di Jawa Tengah), maka diperolehlah beberapa metode antara lain regresi (korelasi), sensitivitas (koefisien penyerapan tenaga kerja), elastisitas kesempatan kerja, produktivitas tenaga kerja, dan LQ.
Browsing di Labscan, nyari metode.
<another hard day nih...>

20 Juni 2005
Nonton sidang ujian Citra. Ih...ternyata syerem ya yang namanya sidang itu.

28 Juni 2005
FTZ positif dihilangkan dari TA.
Baca referensi tahap pertumbuhannya Rostow sama Analisis Spasialnya Mudrajad Kuncoro.

29 Juni 2005
Akhirnya BAB1 mulai diketik. Latar Belakang!

3 Juli 2005
Lagi semangat ngetik, ga bisa berhenti ngetik, maka selesailah TA sampai metodologi dan kebutuhan data <hohoho, hatiku senang!>

7 Juli 2005
Bimbang, eh.. bimbingan dengan Mr. Wid. Dikasih wejangan sama beliau. Yang dengerin wejangan cuma manggut-manggut aja. Pas ditanya "ngerti?" sama Mr. Wid, malah dijawab "ga Pak". <hahaha... dasar guoblok!>

9 Juli 2005
Ngumpulin TA dan tesis orang-orang di perpus, bukan lagi bersih-bersih perpus lho, biasa lah... nyari bahan buat BAB2.

10 Juli 2005
Masih asyik studi literatur tentang teori pertumbuhan dan pengembangan wilayah, dari teori Adam Smith sampai Friedman.

12 Juli 2005
Bertapa di perpus, masih bergelut dengan teori klasik dkk. Tidak lupa browsing di Labscan.

17 Juli 2005
Progress TA: BAB1 selesai 85%, BAB2 95%.
Saatnya menyusun outline BAB3.

19 Juli 2005
Nyari data Batam di internet. Kirim email ke Bang Bram minta data, eh ga dikasih. Bikin surat survey. Belajar Analisis Input Output (selanjutnya disingkat menjadi I-O).

26 Juli 2005
Ada buku bagus: Membangun Indonesia Studi Kasus Batam. Lumayan, bisa nambahin data buat ngecap.

29 Juli 2005
Nyusun outline karakteristik perekonomian, kedudukan, serta perkembangan sektor industri Batam.

10 Agustus 2005
Oprek-oprek buku tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia-Riau-Batam. Lagi-lagi buat nambihin ngecap. Biar TA jadi tebal, hahaha...

13 Agustus 2005
Review literatur tentang analisis. Trus nyusun outline BAB4!

25 Agustus 2005
Belajar langkah-langkah analisis I-O, sekalian ngentry data.

26 Agustus 2005
Cari data ke BPS Riau. Besok terbang ke Batam. Bataaaam...I'm coming!!!

7 September 2005
Reklasifikasi sektor-sektor tabel I-O dari 56 jadi 48 sektor.

21 September 2005
Buat lampiran langkah analisis, biar yang baca TA ga bingung dan ngerti jalannya analisis. Maklum aja, jalan pikiran yang nulis TA agak gimana gitu, bisa dibilang ga normal lah, hahaha...

22 September 2005
Belajar analisis penyerapan tenaga kerja dari berbagai versi.

Suatu Senin, September 2005
Dag dig dug duer!!! Bimbingan!
Kata Mr.Wid: Analisis harus diperkuat! Tambahkan analisis sensitivitas! Lakukan sedikit perubahan pada analisis LQ! Jangan lupa asumsi yang digunakan pada tabel I-O! Labor ratio dari I-O secara agregat!
<waduh.., ga ngerti aku!>

3 Oktober 2005
Bimbingan lagi kayaknya.
Mr. Wid said: Sensitivitasnya harus terukur! Bisa ngambil contoh dari studi lain! Proyeksikan industri dan pengaruhnya terhadap struktur industri! Buat arahan pengembangan industri berdasarkan keterkaitannya!
<alamaaak, ndak ngerti doh.. ampun Pak...>

4 Oktober 2005
Baca-baca BAB5 TA orang lain, nyari pedoman BAB5 gitu...

17 Oktober 2005
Mr. Wid: Tentukanlah judulnya wahai Dedy. Ceritakan implikasi temuan I-O terhadap perencanaan. Angka-angka yang ada pada hasil analisis harus kamu ketahui mengapa mempunyai arti-arti tertentu. Tambahin lagi ya analisis sensitivitasnya. Yak, kamu sudah boleh sidang.
<Ronaldo cidera, Madrid menang, yes yes yesss!!>

Hari-hari selanjutnya tidak tercatat, karena ada Danang di kost, jadi ga sempat nyatat lagi. Namun intinya adalah masa-masa penuh ketegangan, menunggu, sidang pembahasan dengan dosen killer, revisi, bolak-balik ke fotokopian, kesana-kemari nyari kemeja dan jas, dag dig dug nunggu jadwal ujian, and finally...

4 Maret 2006
Alhamdulillah, wisuda!!!

2 tahun kemudian...

4 Maret 2008
Nongkrong di warnet, blogging!!


Model On Stage

Monday, February 18, 2008

Kali ini fotografer gadungan mencoba untuk membuktikan bahwa embel-embel 'gadungan' sangatlah tidak pantas untuk disandangnya. Caranya? Yap, dengan berkompetisi dengan fotografer-fotografer asli dan profesional dalam ajang lomba foto 'Model On Stage' beberapa hari yang lalu, di sebuah Mall, Pekanbaru.

Dag dig dug...
Hahaha... itu dia suara detak jantung fotografer gadungan, terdengar sangat kencang. Inilah kali pertamanya dia mengikuti lomba foto. Coba lihat disana, wah, fotografer yang asli identik dengan backpack besar yang isinya sangat mudah ditebak, yakni kamera SLR lengkap dengan berbagai lensanya (ada yang pakai makro, tele, juga wide). Dan semuanya menggunakan kostum serba hitam. Wow!

Syukur alhamdulillah fotografer gadungan ucapkan, karena hari itu dia ga salah kostum! Yes yes yes!! Pake baju kaos item, backpack item, rambut juga item. Ah kerennya... Coba aja lihat difoto di atas, terlihat fotografer gadungan jauh lebih keren dari fotografer-fotografer lainnya. Hehehe...

Sesi pemotretan dimulai!
Yak, tampak kerumunan manusia berbaju hitam saling senggol, mencari posisi yang paling uenak, tiarap, nungging, ngambil sudut yang bagus. Terkadang saling menghalangi, berhimpitan, berdesakan... Memang susah! Ya, apa yang terjadi saat itu memang susah dilukiskan dengan kata-kata.






Ups... hampir kelupaan. Ini dia nih salah satu model yang disediain panitia. Silakan dipotret sepuasnya. Modelnya boleh diarahkan mau pose seperti apa, tapi jangan pose-pose yang 'nakal' ya... Anehnya, ini model ga pernah senyum! Kenapa ya? Apakah dia baru saja tersakiti hatinya? Sayang sekali, fotografer gadungan tidak sempat menghibur wanita satu ini, hehehe....
"Lagi lomba Mbak, curhatnya ntar aja yah!"




Yaaa... tibalah saatnya pengumuman pemenang dibacakan oleh juri. Momen-momen bahagia itu akhirnya datang juga. Fotografer gadungan ternyata tidak meraih juara, hahaha... Ketika ditanya alasan mengapa dia gagal, fotografer gadungan mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan besar. Karya foto yang dikumpulkan kepada juri ternyata adalah pas fotonya sendiri, hahaha...... (becanda ding!).

Ternyata gelar 'gadungan' masih belum bisa dilepaskan oleh fotografer muda ini.

Sumber foto: kolelsi pribadi donk ah!

Cerita Aneh Yunani Kuno

Thursday, February 7, 2008

Orang Yunani pertama adalah orang indo-eropa (bukan indonesia!) nomadik yang tidak pernah mandi. Mereka diduga sebagai orang yang pertama kali menjinakkan kuda. Para penunggang kuda inilah yang kemudian mungkin memunculkan mitos centaurs.

Yunani punya segudang legenda. Salah satunya adalah cerita berikut.
Alkisah, Kota Thebes tengah diancam oleh Sphinx (dalam bahasa Yunani berarti pencekik) yang selalu mengajukan teka-teki 'apa yang punya 4, 2, dan 3 kaki?'. Barang siapa yang menjawab dengan salah akan dimangsa oleh Sphinx tersebut. Hingga pada akhirnya Oedipus dapat menjawab teka-teki itu, dan Sphinx memutuskan untuk bunuh diri.
Cerita yang aneh bukan? Pertanyaan yang muncul dibenak saya adalah, mengapa patung Sphinx ada di Mesir? Apakah Sphinx dalam legenda Yunani sama dengan Sphinx yang ada di Mesir?

Oedipus (yang berarti kaki bengkak) adalah seorang lelaki yang semasa bayi kakinya dipaku dan ditelantarkan di sebuah lereng oleh orang tuanya. Oedipus dewasa kemudian membunuh ayahnya dan menikahi ibunya (tentunya mereka tidak saling mengenal, karena telah terpisah sejak Oedipus masih bayi).
Thebes kemudian dilanda wabah berkepanjangan. Menurut peramal, hal ini terjadi akibat ada kesalahan yang belum dihukum. Setelah dilakukan investigasi yang intensif, maka terkuaklah kebenaran, sehingga Iokaste (ibu sekaligus istri Oedipus) memutuskan untuk gantung diri. Oedipus kemudian mengambil peniti emas dari gaun Iokaste, lalu menusuk kedua matanya (mata Oedipus, bukan mata Iokaste).
Masih banyak kisah Yunani lainnya yang menarik, seperti Perang Troya yang mempunyai pesan moral 'jangan sekali-kali melarikan istri orang, karena bisa memicu perang bertahun-tahun!'. Ada juga mitos Hercules (anak Zeus dengan Alkmane), juga kisah 300 prajurit Sparta menghadang serangan Xerxes dari Persia, serta kisah-kisah penaklukan oleh Alexander Agung. Semuanya dapat ada simak dengan menonton langsung filmnya.

Minat Yunani pada musik sudah ada sejak Orfeas (pemain harpa) yang dengan alunan musiknya mampu menjinakkan burung, binatang liar, dan orang barbar, sampai-sampai istri-istri orang barbar jadi cemburu dan membunuh Orfeas dengan alat dapur.
Prestasi Orfeas dalam menjinakkan pendengarnya mungkin hanya bisa disaingi oleh Bang Rhoma, hehehe...

Orang Sparta hidup sederhana. Tidak ada yang boleh menyimpan emas atau perak. Semua orang tidak boleh makan di rumah, dan harus bergabung dalam klub makan (bukan klub malam!). Artinya sepanjang hidup mereka harus selalu makan bersama.
Kalo di kita, makan ga makan asal kumpul!

Anak laki-laki dan perempuan secara bersama dilatih lari, gulat, dan lempar lembing, tentu saja dengan kostum terbaiknya, yakni telanjang! Haha, telanjangnya itu lho yang bikin ga kuat, kayak foto dibawah ini, hehehe...(salam damai cik gu!). Atlet terbaik kemudian dikirim ke olimpiade yang diselenggarakan setiap 4 tahun.


Anaximander menganggap bumi berevolusi, dan orang berasal dari ikan.
Anaximander, gurunya Darwin kayaknya.

Eros a.k.a cinta Sparta adalah gairah antara lelaki dewasa dengan bocah laki-laki.
Wah, jangan-jangan Robot Gedek itu orang Sparta, hahaha...!!!


Dirangkum dari Larry Gornick dan pendapat pribadi.
Sumber gambar: www.lookandlearn.com dan koleksi pribadi.

New Release!

Friday, February 1, 2008


Kehilangan momen untuk berpikir jernih
Kehilangan inspirasi dalam merangkai kata

Alihkan perhatian pada
Photo Mixing
Jadilah karya yang tiada guna



Saksikan hanya di khayalan kesayangan anda!
(No sex or SARA content)

Innuendo

Wednesday, January 30, 2008

(Queen)

While the sun hangs in the sky and the desert has sand
While the waves crash in the sea and meet the land
While there's a wind and the stars and the rainbow
Till the mountains crumble into the plain

Oh yes we'll keep on tryin'
Tread that fine line
Oh we'll keep on tryin yeah
Just passing our time

While we live according to race, colour or creed
While we rule by blind madness and pure greed
Our lives dictated by tradition, superstition, false religion
Through the eons, and on and on

Oh yes we'll keep on tryin'
We'll tread that fine line
Oh oh we'll keep on tryin'
Till the end of time
Till the end of time...

Through the sorrow all through our splendour
Don't take offence at my innuendo