Demi Waktu

Tuesday, January 1, 2008

Aktivitas Ddy di momen pergantian tahun 2007-2008 dapat dikatakan 'tidak bermanfaat'. Namun Ddy tidak sendiri, berjuta orang di dunia ini banyak juga yang melakukan hal-hal ga penting. Tapi biarkanlah mereka dengan kesibukannya masing-masing, dan mari kita simak secara ringkas aktivitas Ddy yang 'tidak bermanfaat' itu.

Sekitar jam 21.00 WIB, nonton film yang ceritanya freak banggets! Judulnya The Wicker Man, yang main Nicolas Cage. Ntah apa apa filmnya.

23.45 WIB, ke Purna MTQ, mau liat kembang api.

00.00 WIB, horeee....tahun baru disambut dengan pesta kembang api. Berusaha fotoin kembang api, tapi cuma dapat satu, jelek pula. Maklum lah, belum terbiasa megang kamera, ga pakai tripod pula...

00.05 WIB, menikmati macetnya lalu-lintas, kecepatan rata-rata kendaraan sekitar 4 km/jam.

Sekitaran jam 01.00 WIB, nongkrong heula ah di trotoar...
01.30 WIB, ngukur jalan, masih bareng Cik Gu dan Arip.

02.00 WIB, nge-jus dulu...

Sekitar Jam 02.30 WIB, saatnya pulang, trus bobok!

Ddy adalah salah satu contoh pemuda bangsa yang jauh dari harapan founding fathers negara ini. Lihat saja, dia hanya melalui detik demi detik yang tidak akan kembali itu dengan sia-sia, tanpa tujuan yang jelas.


Oh Ddy..... hendak kemana engkau langkahkan kakimu yang rapuh itu ditahun 2008?

Keledaiskop 2007

Friday, December 21, 2007

Life is journey!

Kalimat tersebut benar adanya. Selain menjelajahi waktu setiap detiknya, Ddy juga menjalani perjalanan melintas batas administrasi daerah. Perjalanan dari waktu ke waktu selama tahun 2007, terutama mengenai tema dan kondisi blog ini, akan dirangkum dalam postingan kali ini. Mari kita simak, mulai dari bulan Januari.

JANUARI
Sebagai bulan pembuka dalam tahun masehi, Januari menjanjikan harapan dan semangat baru. Januari juga terbukti menjadi bulan penuh inspirasi. Banyak lagu yang didedikasikan untuk bulan ini. Januari di Kota Dili, 22 Januari (Iwan Fals), 11 Januari (GIGI), Januari-nya Mas Glenn, menjadi bukti bahwa seniman, terutama penyanyi, suka sekali dengan bulan ini.
Semangat dan inspirasi Januari ternyata berimbas pada kepribadian Ddy. Serta merta Ddy menancapkan misi tahunan yang harus dicapainya. Semangat Januari menghasilkan 5 postingan di blog ini, yang secara garis besar bertemakan pernyataan syukur kepada yang Maha Kuasa.

FEBRUARI
Love melulu... Februari identik dengan Valentine. Bunga, coklat, segala hal yang berbentuk hati, dan hiasan-hiasan berwarna pink merajalela di bulan ini. Kondisi ini justru berdampak negatif terhadap Ddy. Karena apa? Apakah karena dia jomblo? Yang jelas, pada bulan ini Ddy tidak melahirkan 1 postingan sekalipun dalam blognya.

MARET
Keajaiban datang pada bulan Maret. Surat sakti telah diterbitkan pada bulan ini. Bukan hanya Supersemar, tapi juga surat keterangan dokter, yang menghakimi Ddy menderita suatu penyakit, yang menyebabkan Ddy gagal diterima di KPK. Keajaiban terus berlanjut pada sebuah pohon yang membentuk lafaz Allah.

APRIL
Ada emansipasi wanita pada bulan April. Juga ada pengesahan APBN, tanda dimulainya PELITA baru, tapi itu dulu, jaman orba. Tapi di bulan ini Ddy tidak memperjuangkan emansipasi wanita. Tidak juga membahas APBN/APBD, ga penting. Ada yang lebih penting dari hal itu semua. Egoisme manusia muncul pada sosok Ddy. Ddy lagi sibuk, mencoba mencari kerja... Untuk hidup sesuap nasi, dan masa depan.

MEI
Tahukah kalian, pada bulan Mei, seorang seniman besar dunia wafat. Dialah Leonardo Da Vinci. Dan tahukah kalian, pada bulan Mei, telah lahir penggantinya. Ddy telah menjelma menjadi seniman, seorang fotografer gadungan! Hahahaha..!!

JUNI
Bulan yang selalu dinanti-nanti oleh anak sekolah. Saatnya libur panjaaaang! Gita Gutawa mungkin pergi berlibur. Tapi Ddy ga libur kemana-mana. Ddy memilih mengarungi kembali pemikiran Darwin tentang evolusi.

JULI
Julius Caesar narsis banget. Seenaknya ganti nama bulan-bulan masehi dengan nama-nama kaisar Roma.
Rakyat USA seneng banget pada bulan ini, independence day gitu loh. USA, adalah sebuah negara penakluk. Indonesia sebenarnya juga bisa menjadi penakluk dunia. Tapi harus memegang prinsip klasik, banyakin bikin anak! Banyak anak banyak rejeki! Banyak anak, bikin bangsa ini survive! Bukankah yang memenangkan demokrasi adalah golongan mayoritas? Suatu bukti bahwa mayoritas itu selalu mengalahkan minoritas! Tapi banyak anak bikin orang tua pusing. Maklum, bulan Juli adalah tahun ajaran baru. Masukin anak ke sekolah berarti pengeluaran berlipat-lipat untuk pendidikan. So, pilih kuantitas ato kualitas?

AGUSTUS
Pestanya rakyat! Merah putih dimana-mana. Indonesia merdeka! Pejuang membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. Maka tak heran posting Ddy pada bulan ini bertema kebebasan.

SEPTEMBER
Bulan yang aneh. Ada yang seneng banget sama bulan ini. September ceria, begitu judul lagunya. Tapi ada juga yang bosen sama bulan ini. Wake me up when September end, kata Green Day. Yang jelas, bulan ini adalah bulan pemberontakan. Ada G30S, ada juga tragedi WTC. Bom Bali bulan ini juga kan ya? Intinya adalah, pemberontakan terhadap nilai-nilai kapitalis. Karena kita tampaknya tergiring menjadi individualis materialis.

OKTOBER
Inilah dia bulan Sumpah Serapah,ups...maksudnya, Sumpah Pemuda. Faktanya, pada bulan ini, ada Idul Fitri yang suci. Ddy membawa beberapa kisah di Bulan Ramadhan dalam blognya. Kisah yang memperlihatkan susahnya menjadi orang yang suci. Kisah yang bikin kita jadi menyumpah!

NOVEMBER
Banjir datang lagi. Karena apa? Karena hujan. Hujan yang sangat dahsyat. Maka tak heran GnR bikin lagu November Rain, yang nyeritain dahsyatnya hujan di bulan November. Tapi Ddy ga mau ambil pusing. Dia lebih suka ngambil foto-foto untuk ditampilkan dalam blognya.

DESEMBER
Desember identik dengan natal. Artinya, akan ada sale dan diskon besar-besaran. Hahaha... Tapi Desember juga bulannya evaluasi, bulan kontemplasi. Seperti halnya Ddy yang bernostalgia mengenang masa lalu, dan juga membuat perjalanan blognya dalam tahun ini. Ya, salah satnya adalah postingan ini.

Okeh, itulah dia review tahun 2007 ini.

KESIMPULAN
Kalo ditanya, apakah misi tahun ini telah tercapai?
Jawabannya: Tidak. Jauh banget dari target.
Tapi Ddy bersyukur, banyak hal yang diberikan oleh hidup kepadanya.
Alhamdulillah....

Historical Walk

Sunday, December 9, 2007

Menyandang sebuah ransel hitam di punggungnya yang rapuh. Matanya tajam menatap langit biru, menyongsong detik-detik perjalanan bersejarah. Perjalanan yang akan membawanya ke masa lalu. Inilah dia kisah perjalanan seorang anak manusia yang terselubung dalam nuansa nostalgila.
Dedy ke Bandung (lagi)!!!

Perjalanan dimulai dari Bandara SSQ II, menuju Soekarno-Hatta. Anak manusia itu menggunakan maskapai penerbangan yang mengiklankan sebuah klub sepakbola raksasa asal Inggris. Sebuah klub yang..., ah sudahlah, ga perlu dibahas, ga penting, ga banget. Pesawat yang membawanya terbang benar-benar hebat, karena memberikan suasana yang sama dengan melakukan perjalanan darat. Seperti naik bus kota. Ya, bus kota. Penumpangnya bebas mau duduk di kursi yang mana saja. Siapa cepat, dia yang dapat! Layaknya di bus kota, di pesawat ini juga terdapat pedagang asongan yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Hebatnya, pedagang asongannya adalah para wanita cantik berseragam seksi!
Seperti di bioskop, penumpang hanya boleh mengkonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang asongan berseragam seksi ini. Ga boleh makan makanan bekal dari rumah!!
Satu hal lagi, harga jajanannya muahalll bangets. Mungkin karena pesawatnya lagi terbang diatas awan, jadi harga-harga jajanannya juga naik seinggi langit.

Setibanya di Soekarno-Hatta, bimbang melanda hati dan pikiran anak manusia itu. Antara menggunakan kendaraan roda empat supercepat nan nyaman, atau menggunakan moda transportasi lainnya yang memberikan efek gerah, panas, dan lama nyampenya. Dia jelas bingung sangat. Setelah sempat booking Cipaganti Travel, akhirnya dia melarikan diri dari bandara menggunakan Damri. Tujuannya jelas, sama seperti beberapa tahun yang lalu: Gambir!

Tampaknya anak manusia itu ingin menikmati perjalanannya dengan kereta api.
Pilihannya masih sama ketika dia masih berstatus mahasiswa, Parahyangan Kelas Bisnis. Sama sekali ga tertarik dengan kelas eksekutif.

Sebenarnya ada banyak kisah antara dia dan kereta. Perjalanan seorang diri, bersama temannya, bersama orang yang disayanginya... Dalam rangka mudik, mencari kerja, dan
demi cinta!

Ah, tampaknya kali ini dia hanyut dalam memori masa lalunya, dan membawa awan haru rindu dalam pikirannya. Tanpa disadarinya, matanya berkaca-kaca, sembari menatap indahnya pemandangan dari jendela kereta.

Sebuah perjalanan yang biasa sesungguhnya. Namun menjadi sangat berarti baginya. Karena dia baru saja memberikan penghargaan pada masa lalunya.

"Masa lalu (yang menyakitkan sekalipun) lambat laun bisa menjelma menjadi nostalgia romantik yang tak ingin dilupakan"
Andrea Hirata (Sang Pemimpi)


Sumber Gambar: koleksi pribadi

Galeri Si Gadungan

Sunday, November 11, 2007

Masih bersenjatakan kamera VGA dari W300i, fotografer gadungan berhasil membidik beberapa sasaran tembak yang sangat-sangat luar biasa. Kali ini fotografer gadungan bermain dengan efek pantulan cahaya pada air, efek negatif, dan tentu saja ditambah oleh insting kejelian mengambil sudut pandang yang eksotis.

Mesjid An-nur Pekanbaru, bukan Taj Mahal.













Candi apaaaaan gitu, di daerah XIII Koto Kampar, bukan kuburannya suku Aztec lho...














Pion catur raksasa alias Candi Muara Takus.


















Bendungan Uwai.















Hahaha...ini bukan lambang GOLKAR!















Inilah dia Harimau Sumatera (gadungan), hehehe.... Itu kucing, asli lho!
















TIPS:
Objek yang indah itu ga selamanya given. Kita harus bisa mengeksplorasi objek menjadi lebih enak dipandang. Saya cuma bisa tersenyum kalo masih ada yang beranggapan bahwa suatu foto itu jadi bagus karena objeknya udah bagus dari sononya.
Ayo terus bereksperimen dan bereksplorasi!

Kaca Spion Honda

Sunday, November 4, 2007

Ada satu kebijakan baru dari kepolisian pekanbaru yang membuat saya menjadi bete, yakni kewajiban menggunakan spion standar bagi pengendara sepeda motor.

Lho Ded, knapa jadi bete?

Spion standar itu gede banget (segede gaban), sehingga menghalangi pandangan ke depan dan mengurangi kenyamanan berkendara.

Spion standar itu lebar banget (melebihi lebar stang kemudi), sehingga ketika berselisih dengan kendaraan lain, hati menjadi was-was. Bayangkan bila pengendara motor adalah orang yang lemah jantung, dan harus berselisih dengan pengendara lain (seorang anak muda yang ga bisa nge-gas pelan alias ngebut terus) pada sebuah gang sempit. Bisa bahaya tuh!

Bukankah yang penting itu kegunaannya? Spion motor saya ukurannya kecil, tapi justru lebih nyaman dan dapat saya gunakan layaknya fungsi spion dari pada spion standar.

Jadi yang saya sesalkan, knapa sih pabrikan sepeda motor ngedesain spionnya kok segede gaban dan melebar gitu? Ditambah lagi polisi ikut-ikutan bikin aturan yang ga penting.

Sungguh terlalu!

Sumber gambar: Koleksi pribadi